0
0

Tupperware - Daftar Harga Tupperware Second

Tupperware

Saat seseorang menyebut istilah Tupperware, pastilah kotak makan dengan tutup rapat yang terlintas dalam benaknya. Pemikiran tersebut tentu tidak salah karena brand yang namanya diadopsi dari sang pelopor, Earl Tupper, ini memang memulai inovasinya dengan sebuah wadah plastik kedap udara sederhana yang dipakai untuk menyimpan makanan.

Dan tahun 1949, saat Tupperware mulai memperkenalkan Wonderlier Bowl-nya, maka sejak itulah Tupperware mulai mengembangkan sayap produknya ke beragam peralatan dapur lainnya.

Jenis Tupperware

Bicara soal jenisnya, mungkin belum banyak konsumen di Indonesia yang tahu bahwa produk multiage ini lebih dari sekedar kotak makan atau botol minum belaka. Tupperware juga membuat berbagai alat penyimpanan dan penyajian baik untuk kebutuhan dapur, rumah, maupun kecantikan.

Produk botol minumnya juga tidak selalu berbentuk botol, ada yang model gelas. Selain daya tampungnya beragam mulai dari besar sampai kecil, desain dan body botol juga diluncurkan ke pasaran dengan bermacam pilihan mulai dari bening warna-warni hingga bergambar. Tak hanya para dewasa, anak-anakpun juga bisa memuaskan dahaga mereka melalui berbagai tumblr berdesain lucu.

Bila Anda bosan dengan mangkuk saji dari keramik atau stainless, coba saja hidangkan makanan dengan produk saji ala Tupperware yang juga dilengkapi dengan sendok. Entah itu es buah, rendang, sup, kolak, bahkan kerupuk sekalipun, semua tetap terjaga kualitas dan citarasanya bila disimpan dalam Tupperware.

Selain lunch dan drink set yang selalu berkembang terus model serta bentuknya, Tupperware juga menciptakan MPress. Dengan alat ini, para ibu bisa membuat kue sendiri di rumah dengan lebih mudah. Segala jenis kue mulai dari yang kering hingga basah bisa dibuat dengan alat yang dibandrol harga Rp480ribu tersebut.

Dan guna memudahkan karyawan atau anak sekolahan membawa bekal makan siangnya, baru-baru ini Tupperware juga melaunching T for 2 yang dilengkapi dengan ransel cantik pembawa bekal. Para pecinta kopi juga bisa mengemas minuman kesukaannya tersebut dalam kondisi panas atau dingin lewat X-treme Cafe Mug.

Keunggulan Tupperware

Tak kenal maka tak sayang. Beberapa konsumen yang tidak tahu keunggulan wadah dari merk yang lahir tahun 1948 tersebut mungkin akan mencemooh harganya yang cenderung mahal untuk sebuah lunch box biasa. Padahal di balik setiap warna-warni produknya tersimpan banyak keunggulan.

Salah satunya yang berbeda dari kebanyakan kotak penyimpan makanan lainnya adalah bahannya yang aman. Tak hanya ramah untuk makanan panas, bahan plastik Tupperware juga tidak leleh bahkan saat dimasukkan ke dalam oven/ microwave.

Tingkat kedap udara dalam menyimpan makanan atau minuman juga patut diacungi jempol karena meski sudah dipakai bertahun-tahun, produk multigender ini tetap terjaga mutunya. Makanan dan minuman tetap dapat tersimpan dengan baik tanpa takut tumpah ketika dibawa ke dalam tas.

Selain itu, produsen wadah buatan Florida, Amerika Serikat, ini juga memberikan garansi seumur hidup bagi produknya. Untuk wadah Tupperware yang sudah tak layak pakai lagi (bukan karena kesengajaan atau kelalaian konsumen), Anda bisa menukarkannya dengan yang baru.

Dan lebih dari sekedar wadah plastik bermutu, Tupperware juga telah membantu menciptakan lapangan kerja, khususnya untuk para ibu rumah tangga.

Jika memiliki koleksinya, produk Tupperware juga bisa mempercantik meja makan/ dapur sebagai dekorasi.

Terakhir, buat pengoleksi produk Tupperware khususnya yang 1 seri tak perlu bingung menyiapkan banyak space untuk menyimpannya, karena bila ditumpuk, cekungan pada produknya tidak memakan banyak tempat.

Mengapa Beli Tupperware Second

Karena harga Tupperware asli yang baru cukup mahal, maka beberapa konsumen mempertimbangkan untuk membeli Tupperware second. “Toh produk masih bagus, harganya juga lebih murah lagi, yang penting kan bisa untuk menyimpan makanan dengan baik, jadi tak ada salahnya bila membeli yang bekas”, demikian pemikiran mereka. Bagaimana dengan pendapat Anda? Sudah punya Tupperware-kah Anda di rumah?