0
0

Topi Bekas - Koleksi Topi Bekas Bermerek

Topi

Bukan hanya tubuh saja yang perlu diteduhkan dari panasnya sinar matahari maupun dinginnya cuaca di musim hujan, namun kepala juga. Saat kita lupa membawa payung, maka topi dapat diberdayakan untuk melindungi kepala dari kedua jenis cuaca ekstrim tersebut.

Jenis Topi

Tak hanya berfungsi sebagai pelindung kepala, di bidang fashion, topi bahkan sudah termasuk sebagai salah satu item aksesori penunjang penampilan. Menurut fungsi dan juga bentuknya, topi ada banyak model dan juga warnanya. Beberapa yang akan kita bahas berikut bahkan mungkin sudah menjadi koleksi Anda saat ini.

Topi Caping

Topi yang modelnya mirip contong es krim melebar ini merupakan ikonnya para petani Indonesia. Fungsi utama penutup kepala yang umumnya terbuat dari bahan anyaman rotan tersebut tak lain adalah untuk melindungi para petani dari teriknya sinar matahari saat bercocok tanam.

Topi Blangkon

Penutup kepala khas orang Jawa ini biasanya terbuat dari kain batik dan hanya dikenakan oleh para pria saja. Beberapa jenis blangkon memuat tonjolan pada bagian belakangnya. Ini sebenarnya hanya merupakan simbol saja bahwa pada zaman dulu, kaum pria yang berambut panjang sering mengikat rambut di belakang kepala sehingga kuncir tersebut menyeruak keluar di bagian belakang bawah blangkon.

Topi Baret

Baret merupakan istilah untuk topi yang bentuknya bundar pipih dan biasanya dibuat dari bahan bertekstur lembut seperti wol rajut atau sejenisnya. Tak hanya prajurit TNI di Indonesia saja yang memakainya, para tentara militer di negara-negara lain juga mengandalkan topi ini sebagai ciri khas ketentaraan mereka.

Topi Pantai

Karena sinar matahari di kawasan pantai umumnya lebih menyengat ketimbang daerah pedesaan/ perkotaan yang notabene masih banyak ditumbuhi pepohonan, maka diperlukan pelindung kepala berukuran lebar saat kita pergi ke sana. Dan untuk itulah, tercipta topi pantai yang ber’sayap’ lebar.

Topi Baseball

Dalam bahasa Inggris, topi yang disebut dengan istilah ‘cap’ ini mungkin merupakan jenis topi yang banyak dipakai masyarakat dunia. Topi dengan ‘tudung’ yang arahnya tegak lurus dengan bagian dahi ini juga tak mengenal batasan usia pemakainya. Mulai dari anak kecil hingga lansia, mereka semua dapat mengenakannya. Para rapper juga sering memakai topi ini dengan tudung yang diputar sehingga terletak di arah belakang kepala. Tak sedikit juga sekolah yang menjadikan topi bentuk ini sebagai pelengkap dari seragam sekolah mereka.

Topi Gunung

Lain di gunung, lain pula di pantai. Karena cuaca di gunung tidaklah seterik pantai, maka sayap topi gunung memiliki ciri tidak selebar topi pantai. Dan berbeda dari topi lainnya, topi gunung umumnya dilengkapi dengan tali. Tambahan tali tersebut tentu dibuat dengan tujuan, yakni untuk mencegah topi terjatuh saat pendaki sedang hiking.

Topi Rajut

Topi berbahan rajut ada banyak model dan juga motifnya. Topi model ini biasanya multigender, bisa dipakai baik oleh pria maupun wanita, tergantung dari motif dan bentuknya. Topi yang juga sering dipakai bayi ini biasanya didesain tak hanya sebagai pelindung kepala saja, namun juga telinga. Tak heran beberapa orang mengandalkan topi ini untuk menghangatkan kepala dan telinganya saat cuaca dingin mendera.

Topi Unik

Pernah melihat uniknya beragam topi yang dikenakan para wanita di Inggris? Sebenarnya kebanyakan topi yang termasuk kategori ini tidak benar-benar berfungsi sebagai pelindung kepala. Beberapa model bahkan dibuat hanya menempel sedikit pada salah satu sisi kepala. Meski begitu, dari beragam kreasi topi unik yang pernah ada, kita bisa tahu bahwa media seni memang tak sebatas kuas dan kanvas saja.

Topi Koki

Para chef profesional juga memiliki style topi mereka sendiri. Topi yang biasanya berwarna putih, dan berbentuk mirip tabung menjulang tinggi ini selain dipakai sebagai ikonnya para koki, juga bermanfaat untuk melindungi rambut dari amisnya asap dapur.

Alasan Membeli Topi Second

Saking banyaknya jenis dan model topi di luar sana, maka luas pula range harga alat penutup kepala ini. Namun beberapa topi bermerk masih saja tetap mempertahankan harganya yang mahal, dan mereka melakukan itu pasti bukan tanpa alasan.

Bahan berkualitas, tahan lama, model unik, proses pembuatan rumit, hingga merk, kerap menjadi alasan mengapa produk topi brand tertentu dibandrol dengan harga tinggi. Bila ada topi bermerk yang menjadi incaran saat ini, Anda tak harus membeli versi barunya, pilih saja yang second. Toh, bila kotor, nantinya topi bisa dicuci sehingga tampak baru lagi.