0
0

Sepatu Anak Second - Koleksi Sepatu Anak Branded

Sepatu Anak

Meski desain sepatu anak kebanyakan sudah meniru model alas kaki orang dewasa, namun sebenarnya kita tidak bisa sembarangan dalam memilih sepatu untuk buah hati. Alasannya bisa beragam, salah satunya adalah tulang kaki anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Jika salah memilih jenis sepatu, misalnya bagian depannya terlalu sempit, maka kaki anak khususnya area jemari bisa tumbuh bengkok ke dalam.

Lincahnya gerak seorang anak juga berbeda dengan orang dewasa. Pada masa pertumbuhan, anak-anak hingga remaja masih berada dalam tahap aktif bergerak. Oleh karena itu, mereka pun membutuhkan alas kaki yang tak hanya cantik, namun juga nyaman dan aman saat dikenakan.

Tips Memilih Sepatu Anak

Saat memilih sepatu untuk buah hati, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah usianya. Sebelum buah hati dapat berjalan, sebenarnya Anda tidak perlu membelikannya sepatu. Beberapa riset menunjukkan bahwa kaki anak justru berkembang lebih optimal bila mereka belajar berjalan dengan kaki telanjang.

Kalau ingin melindungi kaki bayi dari dingin, Anda bisa memakaikan kaos kaki, atau sepatu yang teksturnya lunak. Hindari memakaikan sepatu yang kekecilan karena bisa menghalangi perkembangan kaki buah hati. Dan karena kaki buah hati berkembang lebih cepat dari yang mungkin Anda bayangkan, setiap kali hendak membeli sepatu baru, selalu ukur lebih dulu kaki buah hati.

Alternatif lainnya adalah Anda bisa menggambar pola kaki saat anak berdiri di atas kertas. Pengukuran sebaiknya dilakukan pada kedua kaki karena bisa jadi kaki kanan dan kiri anak berbeda ukurannya. Bila memang demikian, maka pilihlah size kaki yang lebih besar.

Jangan lupa tambahkan 1-2 cm untuk sisi jarinya, dan saat membeli sepatu, masukkan pola tersebut dalam sepatu untuk mengetahui pas-tidaknya. Waktu untuk mengukur kaki anak yang terbaik adalah saat sore hari, karena pada masa itu volume kaki biasanya berada dalam posisi terbesar.

Untuk anak usia 1-2 tahun, pada masa ini biasanya mereka sedang berada dalam proses belajar berjalan. Jadi Anda harus memilih sepatu yang benar-benar pas dengan ukuran kaki agar buah hati tidak jatuh atau tersandung karena sepatunya terlalu longgar. Cara memeriksanya adalah dengan memperhatikan saat buah hati berjalan, apakah ada bagian tumitnya yang mengintip ke luar. Bila ya, maka dapat dipastikan alas kaki tersebut kebesaran.

Dan karena anak usia ini masih belum memiliki kemampuan untuk mengikat tali sepatunya sendiri, maka belikanlah model sepatu yang mudah dipakai namun tak gampang lepas. Hindari sepatu bertali karena bila talinya lepas, maka resiko anak jatuh menjadi lebih besar. Sebaliknya, pilihlah kancing jepret atau perekat sebagai pengaman.

Bobot sepatu sebaiknya juga diperhatikan, pilih yang ringan agar tidak menghambat pertumbuhan kaki buah hati. Tekstur sepatu yang antislip dan lentur juga dapat menopang perkembangan kaki dan gerak anak, oleh sebab itu pilihlah sepatu dengan sol dari karet dan yang terbuat dari material luwes.

Soal bahannya, ada baiknya Anda memilih sepatu yang dibikin dari bahan kanvas atau kulit karena memiliki pori-pori lebih bagus dibanding bahan lain seperti plastik misalnya. Bahan yang tepat bisa menjaga kaki anak tetap sehat, serta tidak bau dan iritasi.

Ingin menambahkan aksesori pemanis pada alas kaki anak memang sah-sah saja selama itu tidak membahayakan si kecil. Ingat, rasa ingin tahu anak yang besar bisa membujuk mereka untuk melepas aksesori tersebut dan memasukkannya ke dalam mulut.

Saran terakhir adalah untuk anak khususnya usia dini (di bawah 6 tahun) sebaiknya tidak diizinkan memakai alas kaki hak tinggi karena bisa menyulitkan langkah mereka yang terlalu aktif.

Alasan Membeli Sepatu Anak Second

Meski mungil dan kecil, namun sama seperti baju anak, sepatu anak kerap dibandrol dengan harga mahal. Bila saat berjalan-jalan Anda menemukan sepatu anak bermerk versi second yang masih bagus dan pas dengan ukuran kaki buah hati, jangan segan untuk membelinya.