0
0

Midi Dress Second - Aneka Koleksi Dress Branded

Midi Dress

Saat seorang wanita enggan memakai mini atau maxi dress, maka biasanya dress ukuran midi-lah yang menjadi pilihannya. Sebuah dress boleh dibilang tergolong midi bila panjangnya jatuh di bawah lutut hingga menyentuh area betis pemakainya. Namun dress ini bisa jadi ‘jebakan’ yang menghancurkan penampilan seseorang bila pemilihan model dan padu padannya kurang tepat.

Serba-Serbi Midi Dress  

Panjang dress yang berakhir di area betis mungkin tak masalah bila Anda bertubuh tinggi, namun pemilik tubuh pendek harus benar-benar pandai memilih midi dress mana yang bisa terlihat serasi dengan ukuran badannya.

Midi Dress Untuk Tubuh Pendek

Salah satu kunci utamanya adalah kenakan midi dress yang jatuhnya tepat di pertengahan betis, atau bila sulit menemukannya, paling tidak carilah yang jatuhnya di bawah lutut. Hindari mengenakan midi dress yang panjangnya melebihi pertengahan betis karena akan memperparah kesan pendek.

Dan sebisa mungkin pilih midi dress yang modelnya dapat menonjolkan bentuk tubuh seperti A-line atau bodycon dress misalnya, agar tidak berkesan gombrong ketika dikenakan. Bila tak menemukan, Anda bisa menambahkan sabuk, bila memang midi dress-nya merupakan tipe yang bisa dipadukan dengan sabuk.

Midi Dress Untuk Si Kurus

Agar penampilan lebih berisi dan juga modern, lapisi midi dress dengan sweater atau sweatshirt panjang lalu pasangkan dengan high heels saat musim dingin tiba. Solusi lain adalah dengan mengenakan 2 dress sekaligus. Kenakan mini setelah midi atau midi sesudah maxi, pilih model longgar untuk dress bagian dalam, dan material yang lebih press body di bagian luarnya.Sebaliknya saat cuaca panas, Anda boleh mengenakan sleevesless midi dress model sweeping line yang melambai-lambai, dan jangan lupa kenakan sepasang sepatu hak tinggi yang outstanding sebagai attention grabber.

Midi Dress Untuk Tampilan Kasual

Siapa bilang bahwa midi dress hanya pantas untuk disandingkan dengan alas kaki model high heels? Bahan kaos atau lace brokat yang kerap dipilih sebagai material midi dress untuk tampilan kasual pun, bakal terlihat gaul abis saat dipadukan dengan sneaker. Jika tak punya sneaker di rumah, hindari memakai flat ballet karena kurang serasi bila dipadukan dengan midi dress.

Alternatifnya tentu kembali ke aturan utama yaitu memakai high heels karena alas kaki model ini memang dapat memberikan kesan jenjang dalam penampilan midi. Ikuti saja prinsip berikut: semakin panjang sebuah dress, maka sebaiknya kian tinggi pula hak alas kaki.

Sleevesless Midi Dress

Tak hanya berlengan, midi dress model sleevesless tampaknya juga sedang booming sekarang ini. Jenis busana yang bisa diandalkan untuk berbagai acara mulai dari santai seperti hangout bareng teman, shopping, nonton, ngafe, hingga formal ala pesta ini, memang lebih cocok dikenakan wanita bertubuh tinggi.

Namun lagi-lagi bukan berarti perempuan berbadan pendek tidak dapat mengenakannya. Untuk kesan lebih tinggi serta langsing, pilihlah midi dress tanpa lengan yang memiliki belahan pada bagian roknya di salah satu sisinya, entah kanan atau kiri. Kaki yang kadangkala nongol saat Anda berjalan dalam balutan midi dress akan memberikan kesan tinggi pada penampilan.

Motif midi dress sebaiknya juga yang memuat pola vertikal, berkebalikan dari pemilik tubuh tinggi yang disarankan memilih garis horizontal untuk kesan lebih padat berisi. Dan bila ingin melapisi sleevesless midi dress dengan jaket, pilih model yang tepat seperti cropped jacket misalnya. Untuk tampilan kasual, Anda bisa bereksplorasi dengan jaket dari bahan denim atau kulit.

Alasan Membeli Midi Dress

Sama seperti dress lain pada umumnya, midi dress tak selamanya dibandrol dengan harga mahal. Namun untuk kualitas bahan dan merk tertentu, harganya juga bisa jauh dari jangkauan kantong. Untunglah selalu ada solusi karena kini, ada begitu banyak midi dress bermerk versi second yang dijual pemilik lamanya hanya karena mereka sudah bosan memakainya. Lama bagi mereka, bisa jadi baru dan juga murah meriah untuk Anda.