0
0

Fashion Lee Cooper - Produk Lee Cooper Second

Lee Cooper

Merk Lee Cooper memang cukup terkenal di tanah air, khususnya lewat produk celana jeansnya. Padahal brand busana asal Inggris tersebut tidak hanya membuat celana denim saja, melainkan juga item busana lain seperti atasan, sepatu, ikat pinggang, dompet, tas, topi, gelang, serta jam tangan.

Merk yang lahir tahun 1908 tersebut boleh dibilang merupakan salah satu brand pelopor untuk bidang busana jenis denim di benua Eropa. Ciri produknya yang selalu memperhatikan trend dan mengedepankan style ala anak muda tersebut, membuat Lee Cooper cukup terkemuka bahkan layak disandingkan dengan brand denim terkenal lain asal Amerika.

Produk jebolan perusahaan yang markas besarnya berlokasi di kota London, Inggris, ini juga sudah menyebar dan diterima dengan antusias oleh konsumen dari sekitar 85 negara di dunia, termasuk Indonesia salah satunya. Perusahaan yang didirikan oleh Morris Cooper dan temannya, Louis Maister, ini pun akhirnya berhasil menyandang predikat “the Great British” dan “Original European”.

Salah satu hal yang membuat jeans Lee Cooper mendunia adalah ketika Harold, anak sekaligus penerus usaha Morris Cooper, memutuskan untuk menjadi sponsor tur Rolling Stone di tahun 1950an. Dan jika kita mendapati bahwa mayoritas celana jeans wanita selalu dilengkapi resleting di bagian depannya, maka Lee Cooper-lah yang disebut-sebut sebagai pencetusnya.

Keunikan Produk Lee Cooper

Sama seperti merk terkenal lainnya, Lee Cooper menciptakan celana jeans untuk pria dan wanita dengan beragam model seperti skinny, boot cut, straight leg, regular fit, bell bottom, high & low rise, dan lain-lain.

Ditinjau dari jenisnya, denim yang dibuat Lee Cooper terbagi menjadi beberapa kategori di antaranya seperti Dry serta Selvage Denim. Dry atau yang lebih sering disebut sebagai Raw Denim ini, umumnya tidak mengalami proses pencucian akhir sehingga tekstur jeans yang dihasilkan lebih kaku, keras, tebal, dan cenderung berwarna gelap. Jeans tipe ini memang sering kita jumpai pada zaman dulu dimana denim masih identik dengan teksturnya yang kaku dan berat.

Meski kurang nyaman, terutama ketika pertama kali dipakai, namun bila tidak dicuci selama setengah tahun, akan timbul efek sesuai kebiasaan pemakainya pada Dry Denim, di antaranya seperti crinkle, whiskers, atau destroyed. Duo produk best seller Lee Cooper yang mampu menciptakan after used effect semacam itu adalah Harold2 dan Walter2.

Bagi penggemar jeans model slim fit dengan warna dark indigo, maka Harold2 merupakan pilihan yang tepat. Namun bila Anda lebih suka potongan straight fit dengan hasil after effect yang lebih simple, maka Walter2 lebih disarankan.

Sering disebut juga sebagai Selvedge Denim, jenis denim kedua Lee Cooper ini biasanya tercipta dari mesin tenun kuno Jepang. Berbeda dengan mesin pabrikan modern yang dapat memproduksi hingga 58 inci, mesin kuno rakitan tahun 1890-1930an tersebut hanya mampu membuat denim selebar 30 inci saja. Dibanding denim biasa, tekstur Selvage Denim lebih tebal, rapat, kuat, rapi, dan kaku karena memakan lebih banyak bahan baku serat katun. Produk Lee Cooper yang masuk tipe Selvage Denim adalah Harry Workwear Jeans serta Norris Slim Fit.

Alasan Membeli Lee Cooper Second

Karena desain jeans Lee Cooper tergolong unik dan artistik, maka banyak anak muda yang menggandrunginya. Sayangnya, meski menggunakan bahan baku asli Indonesia, namun produk busana keluaran merk ini selalu dibandrol dengan harga yang cukup fantastis. Kondisi inilah yang kemudian membuat beberapa konsumen lebih memilih untuk membeli produk Lee Cooper second.