0
0

Jaket Kulit Second Terbaik - Koleksi Baru

Jaket Kulit

Dari masa ke masa, item busana yang terbuat dari kulit seperti sepatu, ikat pinggang, celana, tas, hingga rompi memang selalu diminati. Meski harganya tergolong mahal bahkan hingga zaman modern seperti sekarang, namun penggemar item busana dari bahan kulit seolah tak pernah surut.

Untuk mendapatkan bahan dasarnya saja memerlukan usaha ekstra, belum lagi proses pengolahan bahan mentah hingga menjadi barang jadi yang cukup rumit. Semua itu jelas membutuhkan penghargaan lebih, maka tak heran bila harga busana kulit cenderung mahal. Alasan lain yang menjadikan produk ini bernilai tinggi adalah kualitas bahan kulit yang teruji ketahanannya sehingga awet hingga puluhan tahun lamanya.

Jenis Jaket Kulit

Ditinjau dari asal hewan, ada banyak kulit binatang yang bisa dipakai di antaranya seperti kulit kerbau, kuda, kambing, sapi, domba, hingga babi. Tak hanya hewan ternak, binatang melata seperti ular, biawak, buaya, komodo, bahkan kodok sekalipun juga dapat dimanfaatkan kulitnya.

Beberapa jenis ikan seperti pari, kakap, dan tuna juga sering dipakai untuk membuat item busana seperti dompet atau tas misalnya. Hewan lain yang juga dapat diberdayakan kulitnya antara lain seperti harimau, gajah, burung unta, bahkan ayam.

Cara Memilih dan Merawat Jaket Kulit

Tentu saja beda kulit, beda pula hasil dan harganya. Untuk jaket dari kulit domba misalnya, teksturnya cenderung lentur sehingga fleksibel ketika dikenakan, warna terang, dan berpori-pori kecil. Jaket bahan kulit domba juga tidak berbau, berbeda dengan item busana yang memakai material kulit kambing. Namun bila ingin mencari jaket kulit bertekstur kaku, maka bahan kulit sapi yang warnanya cenderung kusam bisa jadi pilihannya.

Karena ada sekian banyak jenis kulit yang bisa dijadikan bahan jaket, tak ada salahnya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan penjualnya soal barang yang akan dibeli. Dan jangan tergiur dengan harga murah karena umumnya jaket tersebut palsu or KW. Untuk itu, carilah penjual jaket kulit yang sudah teruji nama baiknya agar tidak tertipu. Perbedaan jaket kulit asli dan replika yang mendasar adalah, bahan kulit asli lebih tahan api sehingga tak mudah terbakar, dan teksturnya tidak melar bila ditarik.

Soal perawatannya, tidaklah sulit untuk menjaga keawetan jaket kulit yang baru dibeli. Yang penting adalah hindari mencuci bahan jaket kulit asli dengan detergen karena akan membuat teksturnya kering, mudah terkelupas, dan rapuh. Gunakan produk pembersih khusus bahan kulit agar lebih aman.

Sedapat mungkin hindarkan jaket dari air hujan, atau bila terkena air pun, segera angin-anginkan di tempat yang teduh, bukan di bawah sinar matahari langsung. Dan sama seperti kulit makhluk hidup pada umumnya, kelenturan tekstur jaket kulit juga bisa dipertahankan dengan mengoleskan losion pelembab. Cukup lakukan sekali saja dalam sebulan, setelah didiamkan 60 menit, seka dengan lap kering yang bersih.

Selain itu, ketika jaket terkena noda, segera bersihkan, jangan tunda agar tidak semakin sulit untuk membersihkannya nanti. Parfum bukanlah sahabat baik untuk jaket berbahan kulit jadi sebaiknya hindari untuk menyemprotkannya secara langsung.

Saran terakhir adalah simpan item busana yang berbandrol mahal tersebut dalam keadaan digantung dengan hanger supaya bahan tidak kusut. Melipat jaket kulit hanya akan membuat warna, khususnya pada area lipatan jadi memudar dan rusak.

Alasan Membeli Jaket Kulit Second

Harga mahal yakni sekitar jutaan rupiah yang kerap melekat pada bandrol jaket kulit jelas merupakan penyebab terbesar mengapa seseorang lebih memilih untuk membeli jaket kulit bekas. Tak perlu gengsi, apalagi selama kondisi jaket masih bagus, dan bisa diperoleh dengan harga miring, sebab takkan ada yang tahu kalau itu second, kecuali Anda yang mengatakannya pada mereka.