0
0

Gitar Original - Alat Musik Gitar Second

Gitar Original

Meski sama-sama bisa mengeluarkan bunyi-bunyian, akan tetapi tak semua gitar, orisinil adanya. Mereka yang awam dengan alat musik petik satu ini mungkin belum paham bahwa sebuah gitar disebut original bila dibuat oleh produsen aslinya. Dengan kata lain, gitar tersebut memiliki lisensi dan mutu yang otentik.

Namun, ada pula gitar custom yang dibuat sesuai pesanan. Model, bentuk, desain, hingga bahannya disesuaikan dengan keinginan pemesan. Meski mahal, namun gitar custom banyak peminatnya karena selain bersifat personal, gitar yang dipesan juga tidak ada duanya, kecuali kalau pembelinya memesan beberapa buah yang serupa.

Kelompok lainnya adalah gitar replika. Umumnya modelnya dibuat mirip aslinya dan rata-rata merk terkenal yang jadi sasaran tiruannya, hanya saja kualitas bahan dan sparepart yang dipakai berbeda. Oleh sebab itu, gitar tiruan biasanya lebih terjangkau ketimbang versi original.

Jenis Gitar Original

Ditinjau dari output bunyi yang dihasilkannya, gitar dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

Gitar Akustik

Mulai dari anak kos hingga pemusik profesional bisa dengan bebas memainkan gitar akustik. Alat musik petik yang harganya bisa sangat murah, atau sebaliknya super mahal tersebut, umumnya berbahan dasar triplek atau kayu sebagai material utamanya.

Bentuknya yang besar memuat rongga di dalam body-nya sehingga tanpa bantuan pengeras suara sekalipun, resonansi nada yang digemakannya bisa terdengar sampai kejauhan. Para gitaris khususnya yang bermain dengan gaya fingerstyle kerap memilih jenis gitar ini. Tak terbatas pada 6 baris senar, gitar yang kerap dipakai para pemula untuk belajar ini bahkan dapat memuat 12 senar sekaligus sehingga berpotensi untuk melantunkan musik dengan irama country. Merk gitar akustik yang cukup terkenal di tanah air adalah Yamaha.

Gitar Elektrik

Sesuai dengan namanya, gitar satu ini memerlukan bantuan speaker agar nadanya dapat terdengar dengan keras. Berbeda dengan gitar akustik, gitar elektrik terbuat dari kayu tebal sehingga bobotnya lebih berat. Oleh sebab itu, hampir semua pemain selalu memakai sabuk gitar untuk membantu menopang gitar saat mereka beraksi.

Dan karena memuat lebih banyak sparepart, maka beragam efek nada seperti overdrive, chorus, hingga distorsi dapat dihasilkan alat musik yang bernilai jutaan rupiah tersebut. Sama seperti gitar akustik, gitar elektrik tidak membatasi senarnya pada 6 baris saja. Gitar ini juga lebih cocok dimainkan oleh mereka yang memang sudah mahir. Brand tenar jenis gitar ini antara lain Gibson, Fender, ESP, LTD, dll.  

Gitar Akustik Elektrik

Jika ingin memiliki keduanya, maka Anda bisa membeli gitar akustik elektrik yang memadukan 2 jenis gitar di atas. Dengan atau tanpa adanya bantuan pengeras suara, begitu dipetik, gitar akustik elektrik tetap dapat berbunyi nyaring. Perbedaan gitar ini dengan tipe elektrik adalah alat penangkap suara. Gitar akustik elektrik memakai piezo yang dihubungkan ke equalizer pada badan gitar.

Gitar Klasik

Meski sepintas mirip dengan gitar akustik, namun ada perbedaan pada kedua alat tersebut terutama pada bagian senar. Tak seperti gitar akustik yang memakai senar baja atau stainless, gitar yang kerap dipakai para pengamen jalanan ini memakai senar dari bahan yang lebih murah yaitu nilon.

Akibatnya, suara yang dihasilkan tidak sekencang gitar akustik. Meski berbandrol murah, namun dari petikan 6 buah senarnya itu, bisa menggema banyak irama klasik karya Mozart, Beethoven, atau Vivaldi.

Alasan Membeli Gitar Original Second

Harga mahal jelas menjadi pertimbangan mengapa seseorang lebih memilih membeli gitar second. Meski yang replika dijual dengan harga terjangkau, namun agar proses belajar main gitar tidak terganggu, lebih baik Anda menginvestasikan dana untuk membeli gitar original walau second. Apalagi kita tak pernah tahu sparepart seperti bagaimana yang disematkan dalam gitar KW, salah-salah belum sekali pakai, gitar sudah tidak berfungsi lagi.