0
0

Botol Minum Second - Aneka Botol Berkualitas

Botol Minum

Selain peralatan makan dan memasak, botol minum merupakan salah satu wadah yang boleh dibilang paling sering dipakai oleh manusia. Umumnya ada beberapa jenis bahan yang sering dipakai untuk membuat tempat penampung cairan ini yaitu plastik, stainless steel, dan gelas. Dari semua bahan tersebut, masing-masing memiliki kelebihan maupun kekurangannya sendiri.

Bahan stainless atau gelas misalnya, sering dianggap lebih ramah bagi kesehatan ketimbang plastik. Akan tetapi dibandingkan plastik, botol minum dari bahan gelas juga rawan pecah bila sampai terjatuh. Dan bobot botol minum dari bahan gelas juga lebih berat sehingga agak kurang efektif untuk dibawa pergi.

Untuk botol minum dari stainless, meski lebih bersahabat bagi kesehatan karena ramah terhadap minuman panas maupun dingin, namun harganya biasanya lebih mahal. Dan bila sudah dipakai terlalu lama, botol minum dari bahan stainless atau aluminium bisa berkarat sehingga tak baik juga bagi kesehatan.

Tips Memilih & Menyimpan Botol Minum Yang Aman

Meski sudah tahu bahwa kadangkala botol plastik kurang sehat, namun dari semua jenis bahan yang disebutkan di atas, bahan inilah yang justru paling sering digunakan oleh manusia. Agar cairan yang kita minum maksimal khasiatnya bagi kesehatan, maka sebaiknya jangan lalaikan jenis botol yang digunakan.

Untungnya kini, sudah ada bahan plastik yang ramah untuk dipakai menampung makanan dan minuman, yaitu yang memuat tulisan BPA free pada kemasannya. Selain embel-embel tersebut, Anda juga harus memperhatikan kode yang tertulis pada kemasan dasar botol plastik.

Untuk kode botol nomor 1 (PET/ PETE) misalnya, jenis botol inilah yang paling sering dipakai untuk menampung air mineral kemasan karena harganya sangat murah. Namun kode yang tertera tersebut juga berbicara bahwa bahan botol ini tidak layak dipakai berulang kali. Dan bila sampai diisi dengan air hangat/ panas, maka bahannya dapat menghasilkan zat pemicu kanker.

Meski sebagian mengatakan bahwa botol minum dengan kode 2 bisa dipakai untuk minum, namun ada yang berpendapat bahwa penggunaannya yang terus-menerus dapat memicu gangguan pernafasan. Dan jika botol dengan kode no 3, 6, dan 7 sama sekali tidak boleh dipakai untuk menampung air minum karena mengandung bahan kimia berbahaya, maka Anda dapat memilih botol dengan kode 4 atau 5 yang lebih aman.

Selain bahannya, warna botol juga perlu diperhatikan. Sebaiknya Anda memilih botol yang bening karena lebih aman dan bebas zat pewarna. Dan karena ukuran serta bentuk botol bervariasi mulai dari yang mirip gelas, kotak, berleher besar maupun kecil, maka belilah botol yang sesuai kenyamanan dan kebutuhan Anda. Botol dengan leher kecil misalnya, memiliki resiko tumpah yang lebih minim, namun air yang mengalir ke tenggorokan pun tidak bisa sebanyak botol dengan bibir lebar. Sementara jika botol besar dapat menampung lebih banyak air, namun perlu tenaga ekstra juga untuk membawanya saat bepergian.

Setelah memilih botol yang tepat, maka hal berikutnya yang harus diperhatikan adalah cara menyimpannya. Botol minum bahan plastik khususnya, sebaiknya tidak diletakkan terlalu lama dalam mobil, atau di area yang terpapar teriknya sinar matahari seperti dekat jendela, etalase, dll. Panasnya sengatan sang surya ini dapat membuat bahan plastik pada botol menghasilkan zat dioksin yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker).

Alasan Membeli Botol Minum Second

Beda bahan botol minumnya, jelas lain pula harganya. Dibanding botol kemasan air mineral yang murah, botol minum refill apalagi yang bersifat BPA free dapat dibandrol dengan harga mahal, antara puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Untuk itu, bagi Anda yang ingin minum dari botol dengan bahan sehat namun murah, Anda dapat membeli botol minum second.